|
Judul Buku |
: Seni Merayu Tuhan |
|
Penulis |
: Husein Ja’far Al-Hadar |
|
Penerbit |
: Mizan |
|
ISBN |
: ISBN 978-602-441-255-5 |
Salah
satu alasan membeli buku Seni Merayu Tuhan ini sebenarnya karena pada beberapa
waktu lalu Habib Husein Ja’far akan hadir dalam bedah buku yang diselenggaran
di event di Kota Tegal. Nah, iseng beli buku ini ternyata memberikan makna
besar bagi saya pribadi.
Kalau
kita bisa saja merayu manusia karena meminta sesuatu, tentu kitapun bisa merayu
Tuhan sebagai bentuk doa kita. Tetapi uniknya meskipun buku ini membahas bagaimana
kita merayu Allah, tetapi tidak ada amalan yang tertulis dalam buku ini. Adapun
cuplikan terkait dengan ayat dari Alquran hanya ada terjemahan yang dicuplik dalam
Al- quran.
Buku
Seni Merayu Tuhan mengajarkan kita untuk belajar memaknai setiap ibadah
yang kita lakukan baik itu ibadah sholat,zakat, haji dan ibadah lainnya. Tetapi
yang paling mengena adalah bagaimana satu satunya kalimat arab dibuku ini yang
ditulis dengan latin yang menyadarkan saya betapa segala sesuatu yang kita
punya itu hanya untuk Allah SWT.
‘Inna shalati wa
nusuki wa mahyaya wa mamati lillahi robbil alamin ( sesungguhnya shalatku,
Ibadahku, hiduku, dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta)”
Jadi
kalau baca di atas tidak ada hal yang kita miliki semua adalah milik Allah,
lantas apakah kita sudah berdoa dengan merayu atau malah mendikte?
Uniknya
justru terkait Seni Merayu Tuhan ini justru hanya ada di awal bab saja. Sisanya
kita akan dimanjakan dengan pembahasan filsafat ringan yang terjadi di sekitar
kita. Salah satunya pembahasan terkait dengan belajar iman kepada barber shop. Bagaiamana kita
percaya dengan orang lain yang akan mencukur rambut di kepala kita, tetapi
kadang kita justru tidak percaya dengan Allah.
Seni
Merayu Tuhan ini memang ada banyak cara tentang bagaimana kita menggunakan keseharian
kita untuk berdoa. Bisa dengan yang paling ringan yaitu senyuman, atau mungkin
dengan memaafkan orang lain sebelum kita tidur. Sebenarnya hal sepele ini
seperti yang kadang kita lupakan. Kita lebih cenderung mencari jalan yang jauh
untuk merayu Tuhan.
Buku
ini pun membahas terkait bagaimana kita harus beragama dengan akhlak yang baik
yaitu mengajak bukan mengejek. Kita terkadang
mungkin bermaksud mengajak orang untuk melakukan kebaikan tetapi ditolak. Karena
ditolak kadang justru malah kita mengejek dan menjadi sok pemilik surga dan
neraka. Beragama juga seharusnya seperti GPS, ketika kita menggunakan GPS dan
salah jalan, GPS akan segera membantu mengarahkan ke jalan tercepat dan benar.
Tanpa lantas marah – marah dan menghina kita. Ini pula yang Rasulullah lakukan
saat sahabatnya melakukan sebuah dosa, beliau tidak menyalahkan tapi fokus mencari
solusi.
Buku
Seni Merayu Tuhan buku spiritual yang ringan tanpa berat dengan cuplikan ayat –
ayat Alquran sehingga dapat dibaca dimana saja. Dan tentunya buku ini ada
banyak quotes yang bisa dijadikan penyemangat hidup.
Bagi
kamu yang mungkin sedang butuh buku penyemangat hidup yang ringan mungkin bisa
baca buku ini. Tetapi bacalah dengan pelan tanpa harus terburu waktu. Karena menurut
saya setiap bab butuh jeda untuk kita coba lakukan. Salah satu contohnya saat
Bab OTW Tol Suga. Dalam bab tersebut disebutkan bahwa ada sahabat yang ibadahnya
biasa aja tapi Rasulullah menjamin dia akan masuk surga. Amalannya apa?nah baca
sendiri yak hehehe.
Itu
tadi sedikit resensi buku Seni Merayu Tuhan karya Habib Husein Ja’far Al-Hadar.
Semoga membantu teman – teman yang mungkin sedang mencari buku islami yang
ringan atau bagi kamu yang sedang butuh pencerahan tanpa merasa di gurui buku
ini lah yang kamu butuhkan.
.jpg)
